• JL. JOGJOGAN NO. 73 RT. 002 RW. 003
  • 02518250445
  • desajogjogan20029@gmail.com
INFO
  • Visi Desa Jogjogan Visi merupakan tujuan pembangunan yang direncanakan dan akan dicapai dengan seluruh kegiatan pembangunan dan pemanfaatan potensi desa yang ada. Dalam rangka merealisasikan pembangunan Desa Jogjogan telah dibuat rumusan yang tertuang dalam Visi dan Misi yang diadaptasikan dengan potensi yang dimiliki dengan berlandaskan kebersamaan dan kekompakan yang tinggi untuk bergotong royong sebagai jiwa masyarakat Desa Jogjogan telah tersusun Visi sebagai berikut : “Desa Jogjogan Menuju Terwujudnya Kesejahteraan Warga Masyarakat Untuk Meningkatkan Iman dan Taqwa dan Beraklakul Karimah”. Visi tersebut diatas adalah ungkapan realistis dengan potensi yang ada di Desa Jogjogan, diantaranya: 1. Desa Jogjogan adalah Desa Santri / Desa pendidikan yang didukung dengan berdirinya 8 buah pondok pesantren, 2 buah Madrasah Ibtidaiyah, 2 buah Madrasah Tsanawiyah, 2 buah SD Negeri, 1 buah SD Islam Terpadu, 1 buah SMP Negeri, 2 buah SMK, 2 buah Perguruan Tinggi, 24 kelompok pengajian anak tradisional dan majlis ta'lim yang berkembang di 7 Mesjid dan 28 Langgar/Mushola yang ada di Desa Jogjogan. 2. Potensi lembaga pendidikan baik formal maupun non formal tersebut mendidik, membina dan mengayomi serta penopang utama masyarakat Desa Jogjogan dalam rangka meningkatkan kualitas pengetahuan, keimanan dan ketaqwaannya. 3. Sumber daya manusia (SDM) yang merupakan faktor utama dalam merealisasikan visi yang dimiliki Desa Jogjogan cukup berkualitas terlihat dari banyaknya warga masyarakat yang berkiprah baik di tingkat Pemerintahan, Organisasi atau Lembaga-lembaga lain baik tingkat kecamatan maupun kabupaten. 4. Sumber daya alam (SDA) Desa Jogjogan sangat melimpah, lahan pertanian yang menjadi salah satu pendukung mewujudkan visi tersebut. 5. Pemerintah Desa, BPD, LPM, PKK, lembaga desa lainnya bersama masyarakat aktif dan dinamis bahu membahu membangun desa. b. Misi Untuk pencapaian visi maka dirumuskan misi sebagai berikut: 1. Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, amanah dan terbuka berorientasi pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. 2. Mendorong berkembangnya kualitas sumber daya manusia Desa Jogjogan yang dilandasi nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya (silih asih, silih asah dan silih asuh) untuk mewujudkan masyarakat anu cageur, bageur, pinter tur singer. 3. Peningkatan sarana dan prasarana dasar untuk menunjang kesejahteraaan dan meningkatkan pelayanan publik dengan slogan; senyum, cepat dan tepat. 4. Memanfaatkan potensi sumber daya alam yang berwawasan lingkungan. 5. Memberdayakan potensi lembaga keuangan untuk mendorong usaha ekonomi masyarakat. 6. Memberdayakan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam pembangunan. 7. Mewujudkan lingkungan yang bersih, aman dan tertib. Motto Desa Jogjogan : " Bersama membangun desa, bersatu menciptakan Desa Jogjogan termaju." 2. Strategi dan Arah Kebijakan Desa Dalam mengaktualisasikan Visi dan Misi Desa Jogjogan maka disusunlah strategi dan arah kebijakan pembangunan desa yang berisikan program-program sebagai tindakan yang harus dilakukan pemerintah desa, program diartikan sebagaik bagian kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang akan dilaksanakan, sedangkan kebijakan desa adalah pedoman/petunjuk terhadap tindakan yang akan diambil untuk mencapai tujuan. Mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 6 Tahun 2015 maka disusunlah Tupoksi Pembagian tugas perangkat desa, sedangkan petunjuk teknis dari Bupati Bogor setiap tahun merupakan acuan penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pembangunan Desa satu tahun yang merupakan bagian dari regulasi atau penyederhanaan pelaksanaan program desa. RPJMDes dan RKPDes disusun melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa setiap tahun dengan melibatkan semua elemen masyarakat (Stake Holder). visi & misi

Profil Masyarakat Desa

29 Juli 2013 M DIAN RIFATULLAH Dibaca 46 Kali

Contoh (Sila edit halaman ini sesuai dengan deskripsi desa ini)!

Berdasarkan data desa pada bulan Februari 2010, jumlah penduduk Desa Terong sebanyak 6484 orang. Jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 1605 KK.

Jumlah penduduk Desa Terong usia produktif pada tahun 2009 adalah 4746 orang. Jumlah angkatan kerja tersebut jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikannya adalah sebagai berikut:

No.

Angkatan Kerja

L

P

Jumlah

1

Tidak Tamat SD

59

56

115

2

SD

880

792

1672

3

SLTP

813

683

1496

4

SLTA

725

673

1398

5

Akademi

13

11

24

6

Perguruan Tinggi

23

18

41

Jumlah Total

2513

2233

4746

 

Profil sosial masyarakat

Dalam aktivitas keseharian, masyarakat Desa Terong sangat taat dalam menjalankan ibadah keagamaan. Setiap Rukung Tetangga (RT) dan pedukuhan memiliki kelompok-kelompok pengajian. Pada peringatan hari besar Islam, penduduk Desa Terong kerap menggelar acara peringatan dan karnaval budaya dengan tema yang disesuaikan dengan hari besar keagamaan. Sebagian besar warga Desa Terong terafiliasi pada organisasi kemasyarakat Islam Muhammadiyah.

Gelaran perayaan lain selalu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap pedukuhan akan turut serta dan semangat menampilkan ciri khasnya dalam acara peringatan dan karnaval budaya.

Kelompok pemuda di Desa Terong yang tergabung dalam kelompok pegiat Karang Taruna menjadi aktor utama dalam banyak kegiatan desa. Kelompok ini aktif menggelar program kegiatan untuk isu demokrasi kepada warga, penguatan ekonomi produktif, pelatihan penanggulangan bencana, dan kampanye Gerakan Remaja Sayang Ibu (GEMAS).

Sejumlah penduduk Desa Terong bekerja merantau di daerah di luar Yogyakarta. Namun, ikatan sosial mereka terhadap tanah kelahiran tetap tinggi. Penduduk asli Desa Terong yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya misalnya, mereka membentuk paguyuban untuk memelihara silaturahmi antar sesama warga perantauan. Setiap bulan diadakan kegiatan arisan keliling secara bergilir di setiap tempat anggotanya. Setiap dua tahun sekali diadakan pula kegiatan mudik bersama ke kampung halaman di Desa Terong

 

 

Profil politik masyarakat

Warga Desa Terong dikenal sebagai kelompok masyarakat yang paling aktif dan memiliki potensi tertinggi untuk berpartisipasi dalam pemberian suara untuk Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah Langsung. Tingkat partisipasi warga di desa ini terbanyak jika dibandingkan dengan desa lain di Kecamatan Dlingo, Bantul.

Warga Desa Terong sangat aktif dalam mengawal proses penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaan Yogyakarta. Banyak warga Desa Terong yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Yogyakarta (GRY) dan aktif dalam beragam kegiatan serta demontrasi mendukung penetapan keistimewaan Yogyakarta. Kepala Desa Terong Sudirman Alfian merupakan Ketua Paguyuban Lurah dan Pamong Desa Ing Sedya Memetri Asrining Yogyakarta (ISMAYA) se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beliau ditunjuk pula sebagai anggota tim perumus RUU Keistimewaan Yogyakarta bersi masyarakat Yogyakarta. Salah satu hal yang diperjuangkan dalam RUU tersebut adalah tidak adanya pelaksanaan pemilihan kepala daerah langsung dalam pemilihan Gubernur DIY; dengan mempertahankan konsep dwi tunggal Sri Sultan Hamengku Buwono dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Bubernur DIY.

Permasalahan mendasar yang ada di Desa Terong adalah tidak imbangnya jumlah pencari kerja dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Sekalipun jumlah pengangguran di Desa Terong pada Tahun 2009 hanya orang tetapi kebanyakan mereka bekerja di luar Desa. Jadi, perlu gerakan kembali ke Desa serta menarik sumber-sumber ekonomi ke desa agar pencari kerja tidak banyak tersedot ke luar Desa.

 

Sumber:
Laporan Pertanggung Jawaban Lurah Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul tahun 2009.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar